REVIEW BUKU KEBIJAKAN PUBLIK, EVALUASI, REFORMASI, FORMULASI
Milik Hayat, S.AP., M.Si.
Data Buku:
· Judul Buku: Kebijakan Publik “Evaluasi, Reformasi, Formulasi”
· Penulis: Milik Hayat, S.AP., M.Si.
· Penerbit: Intrans Publishing
· Tahun Terbit: 2018
· Jumlah Halaman: 137 halaman
Review Isi Buku:
Buku yang berjudul Kebijakan
Publik (Evaluasi, Reformasi, dan formulasi) karya Hayat merupakan sebuah
referensi yang dapat membantu didalam dunia birokrasi dan pelayanan publik,
khususnya dalam studi kebijakan publik. Didalam buku ini memiliki 3 point besar
yakni tentang evaluasi, reformasi dan formulasi kebijakan publik. Disamping itu
Buku ini juga memaparkan berbagai pendapat pakar ilmu mengenai kebijakan
publik, mulai dari definisi, konsep, pendekatan, strategi dan model.Buku ini
sangat relevan bila dijadikan refrensi bagi pemerintah sebagai pembuat
kebijakan, akademisi, dan khususnya bagi mahasiswa jurusan administrasi publik.
Pada lembar pembukaan, bagian pengantar di jelaskan bahwa,kebijakan publik
dibuat untuk menjawab dan memberikan solusi terhadap persoalan persoalan dalam
kehidupan masyarakat dengan berbagai aspek dan ketentuan yang berlaku
didalamnya. Penulis menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan birokrasi kebijakan
publik harus adatiga point penting yang berpengaruh yaitu: Evaluasi kebijakan
publik, Reformasi kebijakan publik, dan Formulasi kebijakan publik.
Kedua,Konsep dan
metode. Dijelaskan bahwa konsep reformasi kebijakan publik untuk menciptakan
perubahan dan pembaharuan kebijakan juga ada kaitannya terhadap reformasi
birokrasi dan reformasi administrasi. Disebutkan bahwa “Reformasi administrasi
yang secara luas adalah reformasi sistem dan tatanan pemerintahan. Tatanan
pemerintahan saat ini masih banyak patologi birokrasi yang berkembang dalam
sistem administrasi negara yang menyebabkan proses reformasi administrasi yang
tidak berjalan dengan baik. Kondisi tersebut berkaitan dengan reformasi
birokrasi yang masih lemah dalam implementasinya. Birokrasi menjadi lahan basah
korupsi para pelaku koruptor.(hlm.3).Sehingga, dalam rangka reformasi
administrasi dan reformasi birokrasi yang menjadi tujuan utama pemerintah harus
dimulai dengan reformasi kebijakan publik.
Ketiga, Dimensi pendekatan.Dalam buku ini diejelaskan bahwasannya reformasi
kebijakan public memiliki dimensi dan pendekatan yang komprehensif, dinamis dan
fleksibel.Reformasi kebijakan dibagi menjadi 3 yaitu pertama, konteks (bersifat
makro dan mikro) yang mana makro yakni konteks kebijakan memiliki peran
strategis dalam aspek tujuan dari kebijakan. Sedangkan mikro adalah bentuk
kebijakan yang lebih kongkret, spesifikdan detail.Kedua,Arena,yakni bagian
penting dalam upaya menvcapai tujuan.arena kebijakan adalah sebuah dimensi
kebijakan yang mempunyai peran penting dalam mengakomodasi kebijakan. Ketiga adalah
proses, menjadi kunci utama pencapaian tujuan dan yang menentukan keluaran
kebijakan. Tiga unsur yang menyertai proses kebijakan yaitu Partnership,
networking, dan partisipatoris.
Pada bab 2 pada bab ini berisi serta menjelaskan tentang pengertian kebijakan, proses kebijakan publik,bentuk kebijakan publik, tujuan kebijakan publik, dan fungsi pada kebijakan Publik. Pada bab ini juga dijelaskan berbagai teori dan pendapat dari berberapa tokoh kebijakan publik. Dan penulis memberikan suatu ilustrasi gambarandananalogi melalui teori atau pendapat dari tokoh kebijakan. Diantaranya, definisi kebijakan menurut Smith dan Lamirer(2009:3), dalam bukunya yang berjudul The Public Policy Theory Primer, dikutip dari (Dye,1987:1) bahwasanya Policy iswhatever goverments choose to do or nor to do (kebijakan itu adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan pendapat pemerintah). Selain itu juga berbagai definisi tentang kebijakan publik banyak diungkapkan oleh para pakar dan ahli kebijakan. Bahwa kebijakan publik adalah suatu keputusan yang dilakukan oleh pihak yang berwenang untuk kepentingan bersama. Ada 3 poin penting yang dapat disimpulkan dari berbagai definisi kebijakan publik yang termaktub dalam buku ini yaitu: a) kebijakan publik dibuat oleh pemerintah yang berupa tindakan-tindakan pemerintah, b) kebijakan publik baik untuk melakukan sesuatu maupun tidak melakukan sesuatu itu mempunyai tujuan tertentu, c) kebijakan publik ditujukan untuk kepentingan masyarakat.sehingga pembaca lebih memahami isi dalam buku ini Dalam tujuannya, disini dijelaskan bahwa tujuan kebijakan publik secara implisit adalah untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat. Tujuan kebijakan publik disini dibedakan melalui 1)sumberdaya atau resources, 2)regulatif dan deregulatif, 3)dinamisasi, dan stabilisasi, 4)memperkuat negara dan pasar.Kemudian, Fungsi kebijakan publik juga dijelaskan bahwa fungsi kebijakan untuk memberikan arah kerja atau kegiatan agar sesuai dengan apa yang menjadi keinginan para aktorpembuat kebijakan.
Pada bab 3, padababinimembahas tentang evaluasi kebijakan publik, kita dapat mengetahui pengertian evaluasi kebijakan public dari beberapa tokoh, sifat, tujuan dan fungsi evaluasi, konsep evaluasi kebijakan, tipe evaluasi kebijakan, serta tahapan-tahapan dalam evaluasi kebijakan.
Pada bab 4, membahas tentang penilaian kinerja. Ada kaitannya dengan bab sebelumnya bahwa, dalam pembahasan selain terdapat evaluasi kebijakanjuga terdapat evaluasi atau penilaian terhadap kinerja pegawai. Disajikan juga konsep penilaian kinerja yaitu responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Konsep-konsep tersebutlah yang digunakan untuk mengukur baik buruknya kinerja. Disertai juga model penilaian kinerja.
Pada bab 5, membahas tentang Reformasi Birokrasi. TerdapatbeberapaPoin penting disini yaitu pembahasan reformasi birokrasi dari konsep dan strategi yang di tuangkan dalam Grand Design reformasi. Selain itu juga ada strategi daerah antara lain: Institutional-Document Strategy, Institusional- Implementative Strategy, Institusional-Public Implemntative Strategy.didalam bab ini juga bedah tentang persoalan birokrasi yang menghambat proses pelayanan publik.
Pada bab 6 dalam bab ini menjelaskan tentang pelayanan public dan good governance. Didalam bab ini mengupas tentang inovasi- inovasi kebijakan dan pelayanan public yang berbasis good governance dan juga bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan publik yang prima.
Pada
bab 7, membahas tentang konsepformulasi kebijakan publik, prinsip –prinsip
dalam formulasi kebijakan public serta model formulasi pelayan publik.Poin
penting disini adalah Formulasi kebijakan sebagai sebuah konsep atau sebuah
rumus untuk merencanakan apa yang akan diputuskan dan diambil kebijakannya.
Kesimpulan pembahasan dalam buku ini bahwa penulis menyajikan sebuah konteks
kebijakan publik secara utuh yang evaluatif, reformatif, formulatif untuk
memberikan kebijakan publik yang sesuai tuntutan masyarakat dan sesuai tujuan
kebijakan publik itu sendiri. Sehingga kebijakan publik yang dibuat pemerintah
dapat berfungsi dengan baik dalam sebuah negara.
KESIMPULAN
Menurut saya, bahwa buku ini banyak sekali ditemukan pokok-pokok pembahasan yang penting, seperti Pelayanan Publik, Kebijakan Publik dll. Saya dapat menyimpulkan beberapa di antaranya adalah Indikator penting yang menjadi kebutuhan masyarakat adalah sebuah pelayanan publik.“Pelayanan publik adalah suatu kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi secara optimal”. Dijelaskan dibuku tersebut bahwa sebuah pelayanan publik menjadi sebuah kebutuhan masyarakat secara optimal. Karena, apabila sebuah pelayanan publik belum optimal maka sebuah instansi atau pemerintah dapat dikatakan belum berhasil menyejahterakannya. Karena pelayanan publik dapat dikatakan berhasil atau baik apabila masyarakatnya sudah merasa baik dan puas terhadap pelayanan publik. Pelayanan publik menjadi indikator paling utama dalam penyelenggaraan pemerintah. Selain itu pelayanan publik juga dapat menjadi alat untuk menilai kinerja pemerintah apakah sudah baik atau tidak.

Komentar
Posting Komentar