REVIEW JURNAL DEFINISI ADMINISTRASI DALAM BERBAGAI SUDUT PANDANG
Milik Lina Marliani, M.Si. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh
Administrasi merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang secara khas mempelajari administrasi sebagai fenomena masyarakat modern. Administrasi pada dasarnya sudah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Pada saat masyarakat hidup nomaden, mereka sudah melaksanakan administrasi. Administrasi sebagai ilmu pengetahuan baru berkembang pada awal abad 19. Meskipun umur administrasi sudah lama, tetapi administrasi masih menjadi kajian yang menarik perhatian, karena beberapa kasus yang terjadi pada saat ini banyak dihubungkan dengan ketidakberesan dalam kegiatan administrasi.
1. Pengertian Administrasi
Secara etimologis atau asal kata, administrasi berasal dari Bahasa Inggris “administration”, dengan bentuk infinitifnya to administer yang diartikan sebagai to manage (mengelola). Administrai juga dapat berasal dari Bahasa Belanda “administratie”, yang memiliki pengertian mencakup tata usaha, manajemen dari kegiatan organisasi, manajemen sumber daya. Dari pengertian tersebut, administrasi mempunyai pengertian dalam arti sempit dan arti yang luas. Dalam arti sempit administrasi sering diartikan dengan kegiatan ketatausahaan. Tata usaha pada hakikatnya merupakan pekerjaan pengendalian informasi. Tata usaha juga sering diartikan sebagai kegiatan yang berkaitan dengan tulis menulis/mencatat, menggandakan menyimpan, atau yang dikenal dengan clerical work (Silalahi, 2013 : 5). Administrasi dalam arti luas diartikan sebagai kerjasama. Istilah administrasi berhubungan dengan kegiatan kerjasama yang dilakukan manusia atau sekelompok orang sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Kerjasama adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara bersama-sama, teratur dan terarah berdasarkan pembagian tugas sesuai dengan kesepakatan bersama (Silalahi, 2010 : 8).
Beberapa pendapat para ahli tentang administrasi dalam arti kerjasama adalah sebagai berikut : Herbert Simon mendefinisikan administrasi sebagai kegiatan-kegiatan kelompok kerjasama untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Dwight Waldo memberikan definisi administrasi sebagai daya upaya yang kooperatif, yang mempunyai tingkat rasionalitas yang tinggi. Dimock & Dimock mengatakan bahwa administrasi adalah suatu ilmu yang mempelajari apa yang dikehendaki oleh masyarakat melalui pemerintah, dan cara mereka memperolehnya. Sedangkan Sondang P. Siagian mendefinisikan administrasi sebagai keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dimensi karakteristik administrasi terdiri dari :
1. Efisien, yang berarti bahwa tujuan dari administrasi adalah untuk mencapai hasil secara berdaya guna. Tjokroamidjojo mengatakan bahwa efisien adalah perbandingan terbaik antara input dengan output atau perbandingan antara pengeluaran dengan keuntungan. Dengan kata lain perbandingan antara apa yang telah dihasilkan dengan apa yang seharusnya diselesaikan.
2. Efektifitas, yang berarti bahwa tujuan yang telah direncanakan sebelumnya dapat tercapai. James L. Gibson mengatakan bahwa efektifitas adalah pencapaian sasaran dari upaya bersama.
3. Rasional, yang berarti bahwa tujuan yang telah dicapai bermanfaat untuk maksud yang berguna, yang dilakukan secara sadar dan sengaja. Herbert A. Simon mengatakan bahwa rasional secara objektif, jika tujuan yang hendak dicapai untuk kepentingan organisasi.
Penggolongan Administrasi
Pada dasarnya administrasi dapat dibedakan ke dalam 2 (dua) golongan besar, yaitu :
1. Administrasi negara (Public administration), yaitu kegiatan-kegiatan/proses/usaha dalam bidang kenegaraan.
2. Administrasi niaga (Privat/business administration), yaitu kegiatan- kegiatan/proses/usaha yang dilakukan di bidang swasta.
Perkembangan Administrasi
Perkembangan administrasi sejak dahulu sampai dengan sekarang, sudah mengalami beberapa periode/fase perkembangan. Diantaranya adalah sebagi berikut:
1) Administrasi sebagai seni
Administrasi sebagai seni timbul bersamaan dengan peradaban manusia. Bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa administrasi sebagi seni sudah dijalankan semenjak manusia berbudaya. Perkembangan administrasi sebagai seni di bagi ke dalam tiga fase, yakni fase pra-sejarah, fase sejarah dan fase modern. Fase pra-sejarah berakhir pada tahun 1 Masehi. Pada fase ini berkembang beberapa peradaban manusia, dimana masing-masing peradaban memberikan kontribusi bagi perkembangan administrasi. Fase pra-sejarah terdiri dari peradaban Mesopotamia, Babilonia, Mesir, Cina/Tiongkok, Romawi dan Yunani. Fase sejarah terjadi pada tahun 1 Masehi – Tahun 1886. Pada fase sejarah ini di abad 15 timbul aliran Gereja Katolik Roma, yang memberikan sumbangan besar terhadap perkembangan pemikiran administrasi, terutama dalam bidang organisasi. Pada awal abad 19 di Eropa muncul tiga kelompok ahli pada saat yang bersamaan dengan pemikiran yang berbeda yang memberikan kontribusi bagi perkembangan administrasi, yaitu kaum Kameralis, Merkantilis dan Fisiokrat. Fase modern, yang dimulai dengan adanya revolusi industri. Revolusi industri membawa perubahan yang sangat pesat terhadap perkembangan administrasi. Pada fase ini administrasi mulai ber-dwi status, yakni administrasi sebagai seni, dan administrasi sebagai ilmu pengetahuan. Fase modern ditandai dengan lahirnya gerakan manajemen ilmiah yang dipelopori oleh Henry Fayol dan F.W Taylor. Pada fase ini pelaksanaan administrasi mulai menggunakan metode-metode ilmiah.
2) Administrasi sebagai Ilmu Pengetahuan
Administrasi sebagai ilmu pengetahuan dapat dipelajari melalaui pendidikan dan latihan administrasi. Administrasi sebagai ilmu pengetahuan merupakan salah satu disiplin ilmu yang relatif baru, yang dimulai dari adanya gerakan manajemen ilmiah yang dipelopori oleh Henry Fayol dan F.W Taylor. Kedua orang ahli ini melakukan penelitian yang hasilnya saling melengkapi. Beliau dijuluki sebagai Bapak Administrasi / Manajemen. Dari hasil analisanya Henry Fayol menggunakan pendekatan administratif manajemen, sedangkan F.W Taylor mendasarkan analisanya pada operatif manajemen. dapat di katakan sebagai seni, yang memerlukan bakat-bakat, pengalaman, kemahiran dan kecakapan dalam melaksanakan pekerjaan. Administrasi sebagai ilmu memerlukan metode-metode, pendekatan, teori, rumus dan dalil agar dapat digunakan dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Administrasi dapat dipelajari untuk menjadi ahli atau keahlian. Jika demikian, maka administrasi merupakan profesi yang melekat pada administrator.
Komentar
Posting Komentar